Home

Home

Di Tanbu Sebanyak 149 Desa Punya Domain

PDFCetakSurel

Ditulis oleh Admin Berita Selasa, 22 Juli 2014 06:25

Ketua Relawan TIK Kabupaten Tanah Bumbu, Riza Akhyari Skom

(13 Juni 2014) Setiap desa di Kabupaten Tanah Bumbu diharapkan bisa membuat dan mengelola website desa sebagai wadah untuk mengeksplor potensi yang ada di masing-masing desa. Sebagai upaya mengimplementasikan agar seluruh desa bisa memanfaatkan TIK yang ada terutama internet, Pemkab Tanah Bumbu telah menggelar pelatihan tentang pengelolaan TIK bagi operator desa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan fasilitas TIK yang ada di desa, jika sudah memilikiwebsite nantinya setiap pemerintahan desa bisa mengeksplor potensi dan pembangunan desa. Selain itu segala bentuk perencanaan desa bisa dipublikasikan melalui website, sehingga segala sesuatu yang ada di desa bisa dilihat oleh masyarakat dan pemerintah demi kemajuan desa,kata Ketua Relawan TIK Kabupaten Tanah Bumbu, Riza Akhyari S.Kom, Kamis (12/6/2014).

Menurutnya, terkait pengembangan internet desa di Kabupaten Tanah Bumbu sudah ada sebanyak 94 Desa telah membuat website dari 149 Desa yang mendapat domain desa. Beberapa desa yang telah mendaftar antara lain Desa Batuah, Desa Juku Eja, Desa Batarang, Desa Kampung Baru, Desa Sepunggur dan lain-lain.

“Dengan adanya website seluruh desa maka semua aktivitas pemeritahan desa baik di bidang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, bakti sosial dan sejumlah kegiatan konstruktif lainnya di setiap desa se-Kabupaten Tanah Bumbu dapat dikontrol dan dimonitoring secara efektif dan efesien serta dapat diadopsi program-program yang konstruktif oleh pemerintah dasa lainnya, karena akan saling bersinergi,” ungkapnya.

Pendaftaran domain desa, lanjut Riza, merupakan kesempatan terbaik bagi seluruh pemerintah desa di Kabupaten Tanah Bumbu. “Kegiatan tersebut di fasilitasi langsung oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Gerakan Desa Membangun, sehingga Pemda Tanah Bumbu tidak perlu mengeluarkan biaya pendaftaran alias gratis,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, bahwa setelah semua desa di Kabupaten Tanah bumbu terdaftar dan memiliki domain masing-masing, maka Aplikasi Web 149 desa akan dibuatkan oleh Relawan TIK Kabupaten Tanah Bumbu.

“Tim IT Kabupaten Tanah Bumbu pada awal 2014 telah mendistribusikan Modem dan Wireless Router kepada 49 Desa yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, sementara bagi desa yang belum mendapatkan peralatan internet akan mendapatkan pada tahap pendistribusian berikutnya yang dilakukan secara bertahap hingga terpenuhinya infrastruktur internet di 149 Desa Se-Kabupaten Tanah Bumbu,”

 

Web Berbasis Open Source

PDFCetakSurel

Ditulis oleh Admin Berita Selasa, 22 Juli 2014 05:56

Training pembuatan web desa dengan menggunakan system operasi open source software yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kalsel dengan didukung Kemkominfo RI, Gerakan Desa Membangun dan Pandi merupakan upaya bersama untuk pemanfaatan program Indonesia Go Open Source (IGOS) Khususnya open source software.


“Melalui kegiatan ini kita akan menggali informasi yang lebih dalam sehingga memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang open source software,” kata Kadishubkominfo Kalsel, Drs Haris Karno MAP yang disampaikan Sekretaris Dishubkominfo Kalsel Drs Wahyudin MAP, Kamis (12/6/2014).

Sesuai dengan edaran Menteri Kominfo RI No 05/SE/M.Kominfo/10/2005 tentang pemakai dan pemanfaatan pengguna piranti lunak legal di lingkungan Instansi Pemerintah, hal tersebut di dukung juga oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dengan mengeluarkan surat edaran No 01/M.Pan/3/2009 pada 30 Maret 2009 tentang pemanfaatan perangkat lunak legal open source dan diinstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk menggunakan piranti lunak khususnya open source guna penghematan anggaran biaya pemerintah.

“Implementasi system open source pada pembuatan web desa akan membantu pelaksanaan e-Government hingga sampai ke system informasi desa yang diamanahkan pada UU No 6/2014 tentang desa,” tutur Haris.

Pada pembuatan berbagai system operasi, lanjut dia, dan aplikasi yang dibutuhkan desa. “Berkenaan dengan hal itu, kita berharap training ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat agar terpacu untuk menggunakan open source software legal,” katanya.

Menurut Haris, open source akan menjadi bermanfaat karena menggunakan system operasi open source software yang legal, menggunakan system operasi open source software cukup murah, karena tidak perlu membeli software cukup download dengan gratis dan system operasi open source aman digunakan daripada software berbayar karena komplekan software berbayar mempunyai celah yang mudah untuk dimasuki hacker dan virus.

 
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL